Seo
Joon membungkuk ke depan dan hendak mencium Ha Na ... tapi asistennya
tiba-tiba datang. Duduk di kursi belakang mobil, baik Ha Na maupun Seo
Joon sama-sama canggung. Seo Joon terus mengatakan pada asisten untuk
tidak berbicara, asistennya mengatakan kalau Seo-jin dicari ayahnya,
tetapi Seo Joon tampak dingin mendengar nama ayahnya. Sepertinya ia
tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya.
Di hotel,
Ha Na mengganti pakaiannya dengan kemeja milik Seo Joon. Dia berdiri
dengan canggung karena dia hanya menggunakan kemeja dan dia membuat
jarak dengan Seo Joon yang hanya duduk di sofa dan pura-pura acuh tak
acuh.
Ha Na bertanya, "Mmm apa itu, waktu itu?” (Ha-na bermaksud bertanya padanya, apa yang dia
akan Seo Joon pura-pura tidak mengerti pertanyaan itu dan bertanya
dengan nada sangat tinggi, "Apa yang apa??" Kemudian Ha Na mengeluhkan
teleponnya yang mati. Dia berkata kalau dia sedang menunggu telepon yang
sangat penting. Seo Joon bertanya telpon siapa yang dia tunggu dan
sangat penting itu. Ha Na mengatakan dia ingin melihat cinta pertama ibunya yang sedang mengadakan sebuah pameran di Jepang.
Seo
Joon mengatakan apa gunanya bertemu cinta pertama ibunya. "Apa yang
ingin kau katakan kepada orang itu? mohon bertemu ibuku sebentar
saja"ucap Seo-joon, apapun yang dikatakan Seo-joon Ha-na tidak perduli,
Ha Na masih tetap ingin bertemu dengan orang itu. Mereka akhirnya
bertengkar lagi, tapi kemudian pakaian Ha-na yang sudah dicuci datang.
Sementara Ha Na berganti pakaian, Seo Joon mengingat saat dia menghitung di dalam air
panas dan masih merasa getaran dari saat itu. dia bingung dan terkejut
kalau dia suka dengan seorang gadis yang belum dia kenal dengan baik.
Ketika Ha Na mengatakan selamat tinggal, Seo Joon memutuskan untuk pergi
bersamanya ke layanan telepon. Sementara itu Senior Ha Na sedang
mencari Ha-na di hotel.
Ponsel itu membutuhkan beberapa waktu untuk diperiksa. Seo Joon bersikeras menunggu dengan dia dan mengajak
Ha
Na makan siang bersamanya di restoran. Pelayan datang membawa dua kare
dan berbicara sesuatu tentang "rurururu". Seo-joon berniat mengambil
makanan Ha-na karena awalnya Ha-na bilang tidak mau makan, tapi Ha-na
menahannya, karena dia lapar.
Kemudian
Seo Joon membuat tanda tanya pada kaca berkabut. "Siapa nama Anda?"
Tanyanya pada Ha Na, tapi Ha Na menolak untuk memberitahunya. Seo Joon
kemudian menambahkan tanda seru setelah tanda tanya. Karena ia menolak
untuk memberitahu namanya, Seo Joon memutuskan untuk memanggilnya
"Rurururu."
Ha-na yang tidak suka mendengar Seo-joon memanggilnya seperti itu, dia menutup kupingnya dan terus makan.
Setelah
makan siang Ha Na pergi ke pusat layanan untuk mengambil ponselnya
sedangkan dan Seo Joo bisa kembali ke tempatnya. Mereka berpisah dan
berjalan ke arah berlawanan. Namun, ketika Ha Na berbelok, ia menyadari
kalau salah satu baju hangatnya masih bersama Seo Joon. Dan Seo Joon
yang membeli mantel
di toko terdekat menyadari kalau dia masih memakai lapisan baju hangat
berwarna merah muda. Lalu dia meminta salah satu pelayan toko untuk
hanya membuangnya.
Tepat pada waktu pelayan itu akan membuangnya, Ha-na melihatnya dan meminta kembali baju hangatnya itu pada, pelayan itu juga menjelaskan kalau salah satu pembeli yang menyuruhnya membuangnya. Dengan marah Ha-na mencari Seo-joon dan melempar baju itu ke kepalanya.
Tepat pada waktu pelayan itu akan membuangnya, Ha-na melihatnya dan meminta kembali baju hangatnya itu pada, pelayan itu juga menjelaskan kalau salah satu pembeli yang menyuruhnya membuangnya. Dengan marah Ha-na mencari Seo-joon dan melempar baju itu ke kepalanya.
Seo
Joon berkata, "Aku tidak bisa memakai baju itu lagi dan aku pikir kita
tidak akan pernah bertemu lagi. Jadi apakah salah kalau saya memutuskan
untuk membuangnya "Apapun alasan yang dikatakan Seo-joon, Ha-na tetap
sedih. Dan ia mengatakan kalau ia berharap untuk tidak melihat seseorang
seperti Seo-joon lagi.
Ha
Na pergi, dan menangis. Seo Joon berusaha menangkapnya dan saat dia
berhasil menangkap lengan Ha-na, seseorang juga sudah menangkap lengan
Ha-na yang satunya. Ternyata orang itu adalah Seniornya. Saat seniornya
bertanya pada Ha-na, siapa Seo-joon, Ha-na menjawab kalau dia tidak
kenal dengan Seo-joon. Lalu mereka berdua pergi meninggalkan Seo-joon
yang bengong dan kesal dengan apa yang Ha-na katakan.
Ha-na
dan seniornya pergi ke tempat ponsel Ha-na diperbaiki. Dan ternyata
ponselnya sudah tidak bisa diperbaiki. Saat seniornya bertanya apakah
Ha-na sedang menunggu telephon. Ha Na bercerita tentang rencananya
bertemu cinta pertama ibunya. Kemudian senior bertanya apakah Ha Na juga
sudah punya cinta pertamanya? Siapa? Apakah dia adalah orang yang
menyaksikan salju berlian bersama-sama dengannya? Ha Na spontan berkata,
"Tidaaak! Ini tidak akan terjadi. "Kemudian senior-nya mengajaknya untuk makan di restoran Ha Na.
Ternyata, itu adalah restoran yang sama saat dia makan siang dengan Seo Joon dan dia benar-benar kenyang. Tapi dia tidak punya pilihan, untuk menolaknya. Mereka bahkan duduk di kursi yang sama ditempat ia duduk dengan Seo Joon sebelumnya. Tanda yang Seo-joon buatpun masih di jendela.
Ternyata, itu adalah restoran yang sama saat dia makan siang dengan Seo Joon dan dia benar-benar kenyang. Tapi dia tidak punya pilihan, untuk menolaknya. Mereka bahkan duduk di kursi yang sama ditempat ia duduk dengan Seo Joon sebelumnya. Tanda yang Seo-joon buatpun masih di jendela.
Kembali ke hotel, Seo Joon suasana hatinya sedang buruk bahkan ia menjadwal ulang pemotretan foto
ke hari berikutnya. Dia tampak aneh dan merasa cemas saat teringat
kata-kata Ha Na, saat Ha-na marah dan bahkan dia ingin tahu siapa
sebenarnya laki-laki yang bersama Ha-na tadi. Seo-joon tetap tidak bisa
tenang memikirkan semua itu.
Karena
telepon Ha Na tidak dapat dihubingi, asisten In-Ha tidak bisa
menghubunginya. Ha Na kehilangan kesempatan untuk bertemu Seo In Ha.
(ooooooh,,, baru nyambung saya, ternyata mahasiswa dari Korea yang mau bertemu dengan In-ha adalah Ha-na)
Saat In-ha melihat keluar jendela dan melihat tiga orang sahabat sedang bercanda, andai dia melihat wajah Ha-na.
Ha-na
yang bersama kedua temannya pergi ke rumah kaca untuk menanam tanaman
sebagai peringatan untuk kenangan baik mereka di Jepang. Saat Ha-na dan
kedua temannya kembali ke hotel. Seo Joon sudah ada di sana menunggu Ha
Na.
Ha-na: "Jika Anda ingin minta maaf ..."
Seo-joon:
"Aku di sini bukan untuk meminta maaf". Seo Joon berkata dengan arogan
bahkan tidak membiarkan Ha Na menyelesaikan kalimatnya.
Seo-joon mengajak Ha-na untuk mengikutinya. Saat Seo Joon memberinya hadiah, sebuah pakaian. Ha Na menolak dan bahkan bersikeras untuk menolak begitu juga Seo Joon yang bersikeras untuk memberikan itu padanya. Mereka akan bertengkar dan Seo Joon tertangkap tangan Ha Na. Seo-joon menggumamkan sesuatu tentang apa yang dia suka, Seo joon berfikir kalau Ha-na adalah orang yang memiliki gaya yang membosankan. Ha Na bertanya, "Apa yang Anda bicarakan. Apakah Anda, menyukai saya? "
Tapi Seo Joon hanya bergumam, "Ahh, saya akan menjadi gila. sepertinya aku sudah salah makan". Lalu dia pergi, tapi ragu-ragu beberapa kali. Kemudian seo-joon kembali, tetapi telepon berdering. Asistennya mengatakan ia harus pergi ke suatu tempat. Seo Joon memberikan lagi baju itu ke Ha Na dan berkata, Di kamarnya "Tunggu saja di sini, saya harus pergi ke suatu tempat hanya untuk sementara." Ha Na menunggu dikamarnya dan memeriksa kembali kantung kertas itu dan menemukan gaun yang bagus.
Seo-joon mengajak Ha-na untuk mengikutinya. Saat Seo Joon memberinya hadiah, sebuah pakaian. Ha Na menolak dan bahkan bersikeras untuk menolak begitu juga Seo Joon yang bersikeras untuk memberikan itu padanya. Mereka akan bertengkar dan Seo Joon tertangkap tangan Ha Na. Seo-joon menggumamkan sesuatu tentang apa yang dia suka, Seo joon berfikir kalau Ha-na adalah orang yang memiliki gaya yang membosankan. Ha Na bertanya, "Apa yang Anda bicarakan. Apakah Anda, menyukai saya? "
Tapi Seo Joon hanya bergumam, "Ahh, saya akan menjadi gila. sepertinya aku sudah salah makan". Lalu dia pergi, tapi ragu-ragu beberapa kali. Kemudian seo-joon kembali, tetapi telepon berdering. Asistennya mengatakan ia harus pergi ke suatu tempat. Seo Joon memberikan lagi baju itu ke Ha Na dan berkata, Di kamarnya "Tunggu saja di sini, saya harus pergi ke suatu tempat hanya untuk sementara." Ha Na menunggu dikamarnya dan memeriksa kembali kantung kertas itu dan menemukan gaun yang bagus.
Asisten
Seo Joon menemukan cincin milik Ha Na dan dia akan mengembalikannya.
Seo Joon mengatakan ia akan melakukannya dan membuat asistennya bertanya
apakah dia benar-benar menyukainya. Seo Joon tentu saja mengatakan
tidak mungkin.
Saat sedang berada di depan hotel, Seo Joon berbicara hal buruk tentang Ha Na yang naif dan salah memahaminya. Sementara Ha Na yang sudah di depan pintu masuk mendengar semuanya. Dia merasa dihina dan berjanji bahwa dia tidak akan pernah ingin melihatnya lagi. Ha Na masuk dan menangis dan dia bertemu dengan senior nya yang mengajaknya naik ke atas.
Seo Joon masuk ke gedung dan melihat Ha Na sudah dengan seniornya.
Saat sedang berada di depan hotel, Seo Joon berbicara hal buruk tentang Ha Na yang naif dan salah memahaminya. Sementara Ha Na yang sudah di depan pintu masuk mendengar semuanya. Dia merasa dihina dan berjanji bahwa dia tidak akan pernah ingin melihatnya lagi. Ha Na masuk dan menangis dan dia bertemu dengan senior nya yang mengajaknya naik ke atas.
Seo Joon masuk ke gedung dan melihat Ha Na sudah dengan seniornya.
Hari berikutnya Seo Joon kembali ke pekerjaannya. Dia sedang melakukan pemotretan.
Dan pada saat istirahat asistennya menunjukkan foto Ha-na yang ada di kamera Seo-joon.
Dan kemudian bulan berlalu.
Dan pada saat istirahat asistennya menunjukkan foto Ha-na yang ada di kamera Seo-joon.
Dan kemudian bulan berlalu.
Musim
panas datang, Hasil kerja Seo Joon di sudah pasang di
billboard-billboard di Seoul. Seo Joon sedang dalam perjalanan untuk
bekerja lagi.
Ha Na juga sudah kembali ke Seoul. Dia akan berkeliling kota dengan senior-nya, mencari tempat tinggal untuknya.
Ha Na juga sudah kembali ke Seoul. Dia akan berkeliling kota dengan senior-nya, mencari tempat tinggal untuknya.
Seo In Ha juga kembali ke negara asalnya. Dia kembali ke studionya.
Seo Joon pulang, tentu saja hanya ada ibunya di rumah dengan pembantunya. Ibunya membujuk Seo Joon untuk mau bekerja di perusahaan, tapi Seo Joon ingin melakukan kariernya sendiri. Kemudian ibunya membujuknya untuk menelpon ayahnya, Seo Joon menolak. Ibunya juga mengatakan kepada dia untuk makan malam dengan ayahnya, tapi dia sekali lagi dengan dingin menolak dengan mengatakan dia sangat sibuk. Dia begitu tidak menyukai ayahnya.
Seo Joon pulang, tentu saja hanya ada ibunya di rumah dengan pembantunya. Ibunya membujuk Seo Joon untuk mau bekerja di perusahaan, tapi Seo Joon ingin melakukan kariernya sendiri. Kemudian ibunya membujuknya untuk menelpon ayahnya, Seo Joon menolak. Ibunya juga mengatakan kepada dia untuk makan malam dengan ayahnya, tapi dia sekali lagi dengan dingin menolak dengan mengatakan dia sangat sibuk. Dia begitu tidak menyukai ayahnya.
Lee Dong Wook sudah menjadi dokter dan ia mendapat telepon dari Chang Mo.
Mereka sedang berbicara tentang rencana ingin melakukan reuni, karena In Ha juga sudah kembali ke Seoul.
Chang Mo juga menelpon Hye Jeong. Hye jeong ternyata adalah ibu Seo Joon yang juga menjadi seorang wanita bisnis yang sukses dalam industri fashion. (waaaaah.. ternyata In-ha menikah dengan Hye-jeong) Seo In Ha sedang sibuk di studio lukisnya.
Dia mendapat telepon dari Chang Mo juga. Lalu berbicara tentang rencana reuni, Chang Mo bertanya apakah dia masih ingat Kim Yoon Hee. In Ha hanya mengatakan apa kabarnya dia. Chang Mo berkata, "Terakhir kami mendengar kalau dia meninggal di AS, tapi ... mmm mari kita membicarakannya nanti." Chang Mo tidak yakin apakah ia harus mengatakan kepadanya kalau Yoon Hee masih hidup dan sekarang di Korea. Seo In Ha menghentikan pekerjaannya untuk sementara waktu, mengingat kenangannya bersama Yoon Hee.
Mereka sedang berbicara tentang rencana ingin melakukan reuni, karena In Ha juga sudah kembali ke Seoul.
Chang Mo juga menelpon Hye Jeong. Hye jeong ternyata adalah ibu Seo Joon yang juga menjadi seorang wanita bisnis yang sukses dalam industri fashion. (waaaaah.. ternyata In-ha menikah dengan Hye-jeong) Seo In Ha sedang sibuk di studio lukisnya.
Dia mendapat telepon dari Chang Mo juga. Lalu berbicara tentang rencana reuni, Chang Mo bertanya apakah dia masih ingat Kim Yoon Hee. In Ha hanya mengatakan apa kabarnya dia. Chang Mo berkata, "Terakhir kami mendengar kalau dia meninggal di AS, tapi ... mmm mari kita membicarakannya nanti." Chang Mo tidak yakin apakah ia harus mengatakan kepadanya kalau Yoon Hee masih hidup dan sekarang di Korea. Seo In Ha menghentikan pekerjaannya untuk sementara waktu, mengingat kenangannya bersama Yoon Hee.
Ha
Na baru selesai mencari tempat tinggalnya ketika dia mendapat brosur
dan menemukan wajahnya sendiri di brosur! Brosur itu datang dari studio
Seo Joon dan dia ingat kalau dia memiliki nomor kontak dan alamat. Dia
akan memprotes pada Seo Joon, tapi dia ingat kata-katanya sendiri kalau
ia tidak ingin melihat Seo-joon lagi.
Namun selebaran ada di mana-mana dan bahkan di jalan orang-orang mengijak gambarnya. Dia harus menemui Seo Joon untuk masalah ini.
Namun selebaran ada di mana-mana dan bahkan di jalan orang-orang mengijak gambarnya. Dia harus menemui Seo Joon untuk masalah ini.
Ha
Na datang ke studio berteriak "Yah, Seo Joon! ..... "Tapi ternyata itu
adalah sebuuah restoran. Pelayan mengatakan kalau studio itu benar-benar
ada didalam dan kemudian dia menunjukkan pada Ha-na jalan ke studio,
tapi di studio tersebut sudah tidak ada siapa-siapa.
Seo Joon menikmati matahari di tempat lain, tapi kemudian memutuskan untuk kembali saja ke studio dengan asistennya.
Ha
Na menunggu di depan studio, di luar ... sampai tertidur tapi masih
menunggu, sama seperti saat dia menunggu Seo-joon saat di Jepang. Untuk
menghabiskan waktu, dia memeriksa tanaman di depan gedung dan semua
tanaman itu dalam kondisi yang menyedihkan, mereka semua kering. Dia
melihat sekeliling dan pergi ke halaman belakang dan menemukan sebuah
bangunan kecil di sana.
Dia masuk pondok itu dan menemukan seorang pria (dengan wajah muda Lee Dong Wook) sedang tidur di sofa. Dia tidur dan mengigau dan tiba-tiba menyambar Ha Na yang hendak pergi. Dan Ha Na menjerit.
Pada
saat yang tepat, Seo Joon datang dan mendengar teriakan Ha-na. Pelayan
restoran berkata kalau suara itu berasal dari dia teman Seo Joon. Seo
Joon, asisten dan pelayan masuk ke pondok itu. Dia terkejut melihat
Ha-na.
"Anda!" Seo Joon dan Ha Na saling menunjuk jari merka terhadap satu sama lain.
Anak laki-laki yang tidur tadi mendekati Ha-na, dan Ha-na terkejut sehingga Ha Na dan dirinya jatuh bersama di sofa yang dibuat Seo Joon marah, "Apa yang ..." dan menarik tangan Ha Na.
"Anda!" Seo Joon dan Ha Na saling menunjuk jari merka terhadap satu sama lain.
Anak laki-laki yang tidur tadi mendekati Ha-na, dan Ha-na terkejut sehingga Ha Na dan dirinya jatuh bersama di sofa yang dibuat Seo Joon marah, "Apa yang ..." dan menarik tangan Ha Na.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar