WelLcoMe To .AM. BloG


Sabtu, 26 Mei 2012

METODE PENGUMPULAN DATA

METODE PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Cara merujuk pada sesuatu yang abstrak, tetapi dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi hanya dapat dipertontonkan penggunaannya.
Kualitas data hasil penelitian dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabel instrumen kualitas dari pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara pengumpulan data. Pengumpulan data adalah prosedur sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan selalu ada hubungan antara metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian.

1.      Jenis Data
1.      Dilihat dari jenisnya :
a.       Data kualitatif adalah data yang sifatnya hanya menggolongkan saja dan tidak dapat diwujudkan dengan data.
b.      Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka.

2.      Menurut tahapan waktu dan pada waktu serta tempat tertentu :
a.       Data time series adalah data yang dikumpulkan dari beberapa tahapan waktu secara kronologis.
b.      Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada waktu dan tempat tertentu saja.


2.      Sumber Data
Sumber data dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a.       Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Manfaat data primer adalah dikumpulkan untuk mencapai tujuan penelitian, tidak ada risiko kadaluarsa karena dikumpulkan setalah proyek penelitian dirumuskan, semua data dipegang oleh peneliti, mengetahui kualitas daari metode-metode yang dipakainya karena dialah yang mengatur sejak awal.

b.      Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan sumber data kepada pengumpul data. Keuntungan menggunakan data sekunder adalah lebih murah, lebih cepat dan dalam kenyataan sering peneliti tidak terlalu mampu untuk mengumpulkan data primer sendiri.

3.      Metode Pengumpulan Data Sekunder
Pada umumnya data sekunder yang digunakan oleh pihak peneliti untuk memberikan gambaran tambahan, gambaran pelengkap ataupun untuk diproses lebih lanjut. Dalam metode pengumpulan data sekunder obeservator tidak meneliti lansung tetapi data didapatkan misalnya dari media masa, BPS, lembaga pemerintah maupun swasta, lembaga penelitian maupun pusat bank, data hasil penelitian lain. Dengan penelitian kepustakaan akan melatih peneliti untuk membaca kritis segala bahan yang dijumpainya kecermatan dan ketelitian peneliti akan sangat teruji dalam memutuskan sumber yang dipercayainya. Jika seorang peneliti memutuskan menggunkan data sekunder untuk membahas permasalahan yang dihadapi, pertama yang harus dilihat adalah sumber datanya. Data sekunder akan mengasilkan informasi yang berbeda karena adanya perbedaan terhadap batasan konsep yang digunakan dan tingkat ketelitian dalam pengumpulan data dari berbagai peneliti sebelumnya. Bila diperoleh hasil yang janggal, ia akan segera mengetahui penyebabnya dan dilakukan pengecekan ulang terhadap data tersebut.



4.      Metode Pengumpulan Data Primer
Metode Survai
a.      Interview/wawancara tatap muka
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Kelebihan wawancara :
·         Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi.
·         Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana.
·         Wawancara memungkinkan analis sistem mendengar tujuan-tujuan, perasaan, pendapat dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para pembuat keputusan organisasional.
·         Analisis sistem menggunakan wawancara untuk mengembangkan hubungan mereka dengan klien, mengobservasi tempat kerja, serta untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan kelengkapan informasi.
Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, wawancara juga mempunyai kelemahan – kelemahan, yaitu:
1.      Memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar
2.      Sangat tergantung pada individu yang akan diwawancarai
3.      Situasi wawancara mudah dipengaruhi lingkungan sekitar
4.      Menuntut penguasaan keterampilan bahasa yang baik dari interviewer
5.      Adanya pengaruh subyektif pewawancara yang dapat mempengaruhi hasil wawancara
6.      Adanya pengaruh subjektifitas dari interviewer terhadap hasil wawancara


Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam wawancara yaitu :
1.      Kondisikan keadaan agar lebih baik sehingga tidak terpengaruh keadaan lingkungan yang kurang baik.
2.      Bahasa yang digunakan bisa disesuaikan dengan klien agar klien mengerti dan faham.
3.      Minimalkan waktu, tenaga, dan biaya yang ada.
Wawancara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
Ø  Secara terstruktur, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui yang pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Maka pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis berupa menyiapkan alternatif jawaban.
Ø  Secara tidak terstruktur, tidak menggunakan pedoman wawacara yang tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.

b.      Angket
Menurut Suharsimi Arikunto, Kuesioner/angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Dengan demikian angket/kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti dimana tiap pertanyaannya berkaitan dengan masalah penelitian. Angket tersebut pada akhirnya diberikan kepada responden untuk dimintakan jawaban.
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Selanjutnya angket menurut Suharsimi Arikunto, dapat dibedakan menjadi:
  1. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.

  1. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom atau tempat yang sesuai.
  2. Angket campuran yaitu gabungan antara angket terbuka dengan angket tertutup.
Angket dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka dapat dilakukan secara langsung maupun lewat pos atau internet. Kuisioner digunakan untuk penelitian yang luas, responden cukup banyak menyebar secara luas. Ada beberapa prinsip dalam penulisan angket :
-          Prinsip penulisan angket
-          Pengukuran
-          Penampilan fisik
Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai beberapa keuntungan. Menurut Suharsimi Arikunto keuntungan menggunakan angket antara lain:
  1. Tidak memerlukan hadirnya peneliti
  2. Dapat diberikan secara serempak kepada banyak responden
  3. Dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden
  4. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab
  5. Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi
Metode Observasi
Dengan metode ini peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diteliti. Observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek alam yang lain. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks yang tersusun dari proses biologis dan psikologis. Dalam proses ini yang terpenting adalah pengamatan dan ingatan. Teknik ini dipergunakan berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Dilihat dari proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapatdibedakan menjadi :
-          Observasi partisipan : peneliti terlibat langsung pada kegiatan orang yang sedang diamati sambil mengamati peneliti ikut melakukan apa yag dikerjakan oleh sumber data.
-          Observasi non partisipan : peneliti tidak erlibat langsung dalam aktivitas tetapi hanya sebagai pengamat independen.
Dari segi instrumen yang digunakan, observasi dibedakan menjadi :
-          Observasi terstruktur : observasi yang telah dirancang secara sisttematis tentang apa yang akan diamati demana tempatnya. Peneliti telah tau dengan pasti variabel yang akan diamati.
-          Observasi tidak terstruktur : observasi yang tidak diperisapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tau tentang apa yang diamati.
Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut :
Ø  Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
Ø  Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
Ø  Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
Ø  Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
Menurut (Djumhur dan Moh. Surya) selain memiliki kelebihan, observasi juga mempunyai kelemahan – kelemahan, yaitu:
Ø  Banyak data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia
Ø  Memungkinkan terjadi ketidak-wajaran apabila yang diobservasi mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi
Ø  Observasi banyak tergantung dari faktor yang tidak terkontrol
Ø  Subjektifitas observer sukar dihindarkan



Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam observasi yaitu :
1.      Data-data yang belum terungkap bisa kita resume guna menambah kelengkapan data yang akan kita gunakan. Setelah data-data yang teresume tersebut sudah selesai kita bisa meminta bantuan misalnya dari keluarga, teman-temannya, sahabat dekatnya.
2.      Sebagai seorang peneliti harus benar-benar bisa menjaga kerahasiaan dirinya, ini dimungkinkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya jika identitas observer terbongkar maka pihak yang diteliti merasa tidak nyaman dan akan menghindar dari penelitian yang dilakukan observer yang nantinya akan menghambat proses observasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar